Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Menjelajah FIKSI: KEMBALI PULANG

Gambar
 "Dan alasan kedua hujan turun ke bumi adalah untuk menghembuskan rasa rindu di hati para manusia"  – Alit Susanto Senyum indahnya mengembang sempurna saat membaca untaian kata berbalut rindu di layar ponsel. Bola mata berwarna coklat terang nan jernih itu kemudian beralih memperhatikan rintik hujan yang berjatuhan. Seolah mereka sepakat untuk menyampaikan rindu pada seseorang di seberang sana, melalui hujan. Hatinya tak sabar menunggu esok, tuk tuntaskan rasa rindu.  Pikirannya menerawang. Mengingat kembali kilas memori yang hinggap di pikirannya. Lantas Ia khusyuk, merenungkan apa saja yang sudah Ia lewati. Berbagai macam hal hebat hingga sesak yang Ia dapat di kota pelajar ini. Bagaimana langkahnya menuntunnya ke sini. Meninggalkan kota kelahiran, dan orang-orang di dalamnya.  Hingga, tibalah Ia pada hari ini. Dimana Ia harus pulang. Kembali ke kota kembang, tempatnya dilahirkan. Kota yang sejuk dan penuh kenangan. Dengan abaya berwarna broken white dan hijab sen...

Menjelajah FIKSI: Pesan Terakhir Sang Wanita Tua

Gambar
  sumber: pinterest Maggie Lupita, adalah seorang anak berusia 11 tahun yang selalu memiliki rasa keingintahuan di benaknya. Kenapa kita bisa hidup di dunia ini? untuk apa kita hidup di dunia ini? Bagaimana dunia bisa tercipta? Apakah dunia ini bisa diumpamakan sebagai panggung pertunjukan, dan para manusia di dalamnya adalah bagian di dalam pertunjukan itu? Sementara kehidupan yang kita jalani selama ini, tak lebih dari skenario pertunjukan yang sudah dirancang sang penyusun naskah. Tetapi, bila begitu, siapakah sang penyusun naskah itu? Siapa yang merancang skenario kehidupan kita selama ini?   Banyak hal yang berputar di benaknya. Mulai dari pertanyaan remeh sampai pertanyaan konyol yang di luar akal sehat manusia. Yang bahkan, orang tuanya saja kadang kebingungan oleh pertanyaannya sendiri. Biasanya, kalau Maggie sudah mulai bertanya, orang tuanya akan menjawab berdasarkan rujukan agama yang mereka percayai, kemudian pertanyaan akan selesai.  Maggie, si anak ...

Menjelajah FIKSI: Wanita Tua Dengan Sekuntum Penyesalan Di Bola Matanya

Gambar
           sumber: Pinterest "Banyak hal yang sulit dimengerti, dan mungkin disaat kamu menyadarinya, sesuatu itu telah berubah menjadi penyesalan, sehingga akan sulit membuatnya kembali utuh." –Evline Kartika  Matahari tenggelam. Langit menguning. Tangannya pun kian hari kian mengerut. Pandangannya pun memburam, sudah tak sejelas dulu. Tubuhnya kian membungkuk. Waktu, membawanya ke batas ujung senja. Menghantarkannya ke masa tua renta. Eva Sasmita, kehilangan masa jayanya, kini Ia terlunta-lunta dengan tubuh dan pikirannya yang rapuh.  Biar pun semua keluarganya, anak dan cucunya selalu ada untuk menjaganya dan tak pernah membiarkannya sendirian. Itu tetap tak cukup, Eva tetap merasa kesepian dan sendirian. Ia telah kehilangan cahaya dirinya yang dulu. Masa tua membuatnya merasa terkucilkan.  Kegiatannya pun terbatas, karena fisik dan mentalnya yang kian melemah.  Eva hanya menghabiskan sisa hidupnya di tempat tidur dan taman belakang r...

CERPEN: Nilai Sebuah Foto Keluarga

Gambar
Keinginan sederhana seorang pemuda, yang sayangnya, tak bisa terwujud. "Aku sangat ingin memiliki sebuah foto keluarga. Foto yang dicetak besar, memakai pigura yang besar nan cantik, lalu memajangnya di ruang tamu rumah. Seperti halnya orang-orang yang memiliki keluarga." Ucapnya, dengan mata berbinar penuh harapan dan doa. Sinar matanya memancarkan kecerdasan dan keinginan. Tidak ada yang istimewa darinya. Ia hanya seorang pemuda yang tidak diketahui asal-usulnya, yang menumpang di panti asuhan selama hidupnya. Pemuda naif yang dengan polos menginginkan sebuah foto keluarga. Padahal Ia sendiri tahu, kalau dirinya sebatang kara, tanpa keluarga yang jelas. Selama ini, Ia hidup hanya berdasarkan belas kasihan Ibu panti.  Tak pernah punya keinginan dan ambisi, untuk bisa bertahan hidup sampai hari ini saja, Ia sudah sangat bersyukur sekaligus takjub. Bersyukur dan takjub, baik pada dirinya sendiri yang sudah dengan tabah menjalani hari-hari maupun pada orang-orang di sekelilingn...

Menjelajah FIKSI : Masih Adakah Harapan di Rumah yang Dingin ini?

Gambar
  Ibu menangis di pelataran dapur, sambil mengiris-iris separuh nadinya, lalu memasukkannya kedalam sup yang sedang dipanaskan. Ibu bilang, bahan-bahan di dapur sudah habis, jadi Ia berikan separuh nadinya ke dalam sup, agar tak terasa hambar saat kami memakannya. Aku menyuap sesendok sup tadi, rasa pahit air mata menyambut lidahku. Rupanya, kaldu di dalam sup itu telah tercampur dengan satu centong air mata Ibu. Ibu hidup melarat, sekarat di pelataran dapur. Menangisi nasibnya. Menyesali takdirnya.   Sedang Ayah terpenat-penat membanting pikirannya sendiri, yang entah ada apa di dalam sana. Belakangan, aku baru tahu, kalau Ayah sedang sibuk mendokrin pikirannya sendiri dengan chip otak yang teman-temannya berikan. Chip otak yang mengubah Ayah sepenuhnya. Teman-teman Ayah menanamkan ketidakpedulian Ayah terhadap kami, aku dan Ibuku. Beberapa waktu ini, ayah sangat setia kepada teman-temannya di bandingkan pada Ibu, apalagi aku.  Di pikiran Ayah, sudah terdokrin ketidakp...

CERNAK: Bu, Jangan Bekerja Bu!

Gambar
  Udara pagi yang sejuk nan asri masuk melalui celah-celah jendela kamar, menyapa sesosok tubuh mungil yang masih terbungkus selimut lembut, bergambar 2 karakter kartun asal negri Malaysia, Upin dan Ipin. Sayangnya, rayuan udara pagi kala itu, belum bisa mengalahkan rasa pulas sosok mungil tadi.  Matanya yang besar, disertai bulu mata panjang itu masih setia memejam, menghiraukan rayuan udara pagi yang sedari tadi seolah memangilnya agar lekas bangun. Udara pagi harus menahan kecemburuannya sebab, alih-alih bangun karena rayuannya, sosok mungil tadi nyatanya lebih terlena dengan empuknya kasur, lembutnya selimut serta indahnya dunia mimpi yang sedang Ia sambangi. Namun, bukannya menyerah, udara pagi malah menghantarkan angin untuk membangunkan sosok mungil tadi. Angin pagi menyapa tubuh mungill yang sedang meringkuk dengan lilitan selimut, di atas kasur. Angin menerbangkan sebagian rambut agak keritingnya yang menutupi dahi, membuat tubuh mungil itu makin merapatkan diri denga...

TUJUH BELAS TANPA PERAYAAN

Gambar
  Gerak semu bumi, mengajarkan saya bahwa bukan takdir yang akan menjemput dan mengelilingi kita, melainkan takdirlah yang harus dijemput dan membiarkan kita secara alamiah berputar melilinginya. Jemputlah takdir yang kau inginkan di masa depan dengan apa apa yang sedang kau kerjakan sekarang.  Memang benar, takdir selalu menjadi misteri. Entah masa depan seperti apa yang akan menyambut kita nanti. Entah akan sesuai harapan atau tidak. Bisa jadi, rencana-rencana besar dalam benak selama ini, hanyalah rekayasa pikiran. Bisa jadi, rencana-rencana yang tersusun rapih ini malah akan melebihi ekspetasi dan memenuhi hati. Bisa jadi. Bisa jadi. Saat matahari nampak lebih tinggi di langit. Saat itu pula kita menyelami hari tanpa tidur dan tanpa malam hari. Hari yang panjang. Hari terpanjang. Hari yang melelahkan. Hari yang tak ada habisnya. Hari yang mengerikan. Hari tanpa malam dan harapan. Tidak ada yang bisa dirayakan. Semua mahluk, termasuk saya bersembunyi di tengah kesepian. Mat...

Suara Perempuan

Gambar
  Women's March Jakarta, tahun ini mengusung tema "SUDAHI BUNGKAM, LAWAN!" Aksi ini bertujuan untuk menyuarakan suara-suara perempuan, para kaum rentan dan minoritas yang selama ini dibungkam dalam berbagai aspek.  Mengutip dari laman Wikipedia, Women's March Jakarta adalah sebuah gerakan yang diadakan untuk merayakan Hari Perempuan Internasional tahun 2017 oleh sejumlah kelompok aktifis perempuan untuk bersatu menuntut adanya perubahan. Mengutip dari laman liputan6.com, aksi Women's March Jakarta ini menuntut 9 tuntutan rakyat, diantaranya : Meningkatkan keterwakilan politik perempuan dengan membuka dan memudahkan akses perempuan dan kelompok marginal, rentan dan minoritas lainnya untuk berpartisipasi dalam politik. Segera mengesahkan seluruh kebijakan yang mendukung penghapusan kekerasan, diskriminasi, stigma, represi atau dampak buruk program pembangunan terhadap perempuan. Mencabut dan/atau membatalkan kebijakan diskriminatif terhadap perempuan dan kelompok ma...

Resensi Film : Death's Roulette

Gambar
  Judul Film : Death's Roulette  Producer Film : Manolo Cardona, Mariana Zubillaga, Julie Cuartas Varela Sutradara Film : Manolo Cardona Pemain Film : Maribel Verdu, Manolo Cardona, Adriana Paz Durasi Film : 1 jam 34 menit  Penulis Naskah : Gavo Amiel, Frank Ariza, dan Julieta Steinberg Produksi Film : 11:11 Films dan Viacom CBS Internasional Studios. Terbangun di sebuah rumah mewah, di antah berantah. Itulah yang dialami 7 orang asing ini. Tak ada hujan, tak ada angin, mereka menemukan diri mereka terikat di sebuah ruangan. Salah satu diantara mereka mencoba melepaskan diri dari ikatan, Simon namanya. Ia lalu membantu membuka ikatan beberapa orang lainnya. Mereka semua bingung dan bertanya-tanya, kenapa mereka bisa berada di tempat itu. Simon beranggapan bahwa mereka memiliki kesamaan, itu sebabnya mereka semua terjebak bersama. Namun, tak ada yang tahu, ada kesamaan apa diantara mereka bertujuh.  Selain Simon yang berprofesi sebagai polisi, ada pula Armandon yang b...

Resensi Film : The Mother

Gambar
Judul Film : The Mother Produser Film : Molly Allen, Jennifer Lopez  Sutradara Film : Niki Caro  Pemain Film : Jennifer Lopez, Joseph Fiennes dan Lucy Paez. Durasi Film : 118 menit  Penulis Naskah : Misha Green Produksi Film : Nuyorican Productions, Vertigo Entertainment. Adegan pada menit pertama, dibuka dengan penampakan rumah-rumah di lingkungan yang sepi. Adegan kemudian berlanjut, hingga menampilkan percakapan seorang wanita yang mengaku informan, yang tidak diketahui namanya (dia pemeran utama the mother, mari kita sebut Ia Ibu) dengan dua orang pria berpakaian serba hitam, yang diketahui mereka berdua adalah agen FBI, salah satunya bernama William Cruise. Ibu diinterogasi dan menyebutkan nama-nama seperti Adrian Lovell dan Hector Alvarez yang dituduh menyelundupkan senjata.  Menit-menit terlewati dan secara mengejutkan terjadi penyerangan di lokasi tempat Ibu diinterogasi. Peluru demi peluru masuk melewati jendela kaca rumah khusus agen FBI dan menewaskan hamp...

Sebuah Biografi : Buya Hamka

Gambar
  Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah atau yang dikenal sebagai Buya Hamka merupakan sosok teladan bagi banyak orang. Buya Hamka lahir pada tanggal 17 Februari 1908, beliau lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Sosoknya yang menjadi teladan dan dihormati banyak orang, ternyata memiliki perjalanan kehidupan yang sangat luar biasa. Dari mulai lahir di masa pergerakan, tumbuh di lingkungan yang kaya akan paham-paham agama sehingga membuat Buya Hamka menjadi pribadi yang bermatabat dan religius dalam menjalani dan memaknai sebuah kehidupan. Namun, tetap rendah hati dan jaga diri atas semua yang beliau capai dan hasilkan.  Buya Hamka lahir pada masa pergerakan, yang membuatnya sudah tak asing lagi dengan perdiskusian dan perdebatan keras para kaum tua dengan para kaum muda, mengenai anggapan perihal agama dan keyakinan. Buya hamka tumbuh menjadi anak berusia 10 tahun dengan menyaksikan pergerakan ayahnya selama menyebarkan paham-paham agama...

Kumpulan Kata : Rasa Malu Lenyap ditelan Zaman

Gambar
`# Selamatkan Aku dari Rindu Selamatkan aku, Bukan ranahku tuk merindu Rindu datang terburu waktu Rindu datang memikat diriku.  Dalam malu rayu, aku tersipu Resah gelisah disapa rindu Rindu berenang di pikiranku  Rindu tenggelam dicumbu aku. Sampai rindu lenyap, tersapu diriku Sampai rindu kering, dilindas waktu Sampai rindu hilang, ditelan diriku  Sampai rindu malu, ditelanjangi waktu. `# Rasa Malu Lenyap ditelan Zaman Barangkali rasa malu telah lenyap ditelan zaman Dan norma adalah seperangkat lalat pengganggu Meneguk nikmat tanpa peduli rambu-rambu Cerminan zaman tanpa malu Perut-perut buncit penuh nafsu Berkendara menjelajahi setiap sudut gemerlap peradaban  Bergelimang coreng moreng duniawi yang jauh dari keadaban Keruh, kumal dunia dimakan habis-habisan Digerogoti kesenangan duniawi sampai hilang akal dan pikiran.  `# Kopi Bikin Apes Kepulan asap rokok mengepul di sekitaran pikiran dan perasaan.  Sementara rasa pahit kopi, yang entah sudah gelas keber...

Catatan Hari Ini : Benarkah Tak Ada Masa Depan Menjanjikan Untuk Generasi Masa Kini?

Gambar
Kantung waktu berputar begitu cepat dari tahun ke tahun dan tanpa sadar, saya sudah hampir sampai pada awal bab baru dalam kehidupan saya. Sekiranya, ada satu tahun dari sekarang kehidupan saya akan benar-benar dimulai. Berbagai rencana dan keinginan sudah saya susun rapih untuk satu tahun yang akan datang, saya kira itu semua sudah cukup, tapi ternyata tidak sesederhana itu. Pelajaran seni, selalu menjadi pelajaran yang paling mengasikkan. Tak perlu menghafalkan nama-nama penyakit dan gejala-gelanya. Tak perlu menghafalkan kosakata-kosakata bahasa Jepang, yang hanya dilihat saja sudah bikin pusing. Tak harus menghafal rumus-rumus kimia yang tak ada habisnya itu. Tak perlu mengukur jarak terang pusat ke terang 1. Tak perlu berhadapan dengan angka-angka polinomial atau bangun lingkaran yang lama-lama bikin pusing tujuh kekeling. Pelajaran seni itu selalu santai tapi mengasikkan apapun materinya. Seni lukis, seni musik, seni tari, seni rupa, tak pernah buat bosan sama sekali. Seperti har...