Resensi Film : The Mother







Judul Film : The Mother
Produser Film : Molly Allen, Jennifer Lopez 
Sutradara Film : Niki Caro 
Pemain Film : Jennifer Lopez, Joseph Fiennes dan Lucy Paez.
Durasi Film : 118 menit 
Penulis Naskah : Misha Green
Produksi Film : Nuyorican Productions, Vertigo Entertainment.


Adegan pada menit pertama, dibuka dengan penampakan rumah-rumah di lingkungan yang sepi. Adegan kemudian berlanjut, hingga menampilkan percakapan seorang wanita yang mengaku informan, yang tidak diketahui namanya (dia pemeran utama the mother, mari kita sebut Ia Ibu) dengan dua orang pria berpakaian serba hitam, yang diketahui mereka berdua adalah agen FBI, salah satunya bernama William Cruise. Ibu diinterogasi dan menyebutkan nama-nama seperti Adrian Lovell dan Hector Alvarez yang dituduh menyelundupkan senjata. 


Menit-menit terlewati dan secara mengejutkan terjadi penyerangan di lokasi tempat Ibu diinterogasi. Peluru demi peluru masuk melewati jendela kaca rumah khusus agen FBI dan menewaskan hampir semua agen FBI yang ada di tempat, kecuali Cruise yang sempat diselamatkan Ibu. Adegan menegangkan kemudian terjadi, Lovell mengejar Ibu dan menyudutkannya di kamar mandi. Ibu sempat meloloskan satu peluru sebelum akhirnya perut besarnya, yang ternyata tengah mengandung, ditikam Lovell. Lovell menyeringai tapi tak lama, karena adegan berikutnya menampilkan Ia yang terjatuh pingsan karena ledakan bom, yang sebelumnya Ibu buat. 


Setelah melewati beberapa adegan menegangkan, Ibu akhirnya melahirkan seorang bayi perempuan, yang terlahir prematur. Adegan berganti, seorang wanita, SAIC Eleanor Williams memberikan informasi bahwa Lovell hilang di tempat kejadian dan putrinya, yang baru lahir harus dilindungi, dengan mengirimkannya ke keluarga angkat untuk diasuh. Hati Ibu tenggelam, membayangkan berpisah dengan putrinya sendiri, yang bahkan baru saja lahir, membuatnya emosional. 


Namun, Ia paham, bila bersamanya, putrinya takkan pernah hidup aman. Dengan berat hati, Ibu bejalan tertatih menuju ruangan tempat Cruise dirawat, lalu memberinya 3 syarat sebagai hutang budi karena telah Ibu selamatkan. Putrinya harus memiliki kehidupan biasa-biasa saja dan membosankan, Ibu akan mendapatkan kabar dan foto setiap putrinya ulang tahun dan menghubunginya jika putrinya dalam bahaya. 


Ibu kemudian pergi mengasingkan diri di Alaska sampai 12 tahun lamanya, hingga sepucuk surat dari Cruise mengharuskannya pergi ke Ohio dan bertemu putrinya yang telah beranjak awal remaja untuk pertama kalinya. Ibu terus mengawasi putrinya, yang diketahui bernama Zoe, hingga penyerangan terjadi dan salah satu anak buah Hector menculik putrinya. Ibu paham bahwa penculikan Zoe adalah untuk membuatnya terpancing keluar. Maka dari itu, Ibu siap mati dalam keadaan apapun demi Zoe, demi putrinya. Ibu bersama Cruise pergi ke Havana, Kuba untuk mencari jejak Zoe dan orang-orang Hector. Tak lama, mereka berhasil menangkap Tarantula dan menginterogasinya hingga Ia menyebutkan tempat "perkebunan" sebagai lokasi tempat Zoe berada. 


Melumpuhkan semua tentara penjaga dan menyusup ke sebuah rumah megah, mereka akhirnya berhasil menyelamatkan Zoe. Tak lupa, Ibu juga membunuh Hector. Saat dalam perjalanan pulang, entah karena apa, Zoe tiba-tiba menyadari kalau Ibu adalah ibu kandungnya. Namun, Ibu memilih untuk menjawab, kalau Ia bukan ibu kandungnya dan memutuskan kembali mengasingkan diri dan meminta Cruise memulangkan Zoe pada orangtua asuhnya. Di dalam mobil, kini hanya tersisa Cruise dan Zoe, mereka berbincang hingga dari arah kanan datang sebuah mobil hitam, yang kemudian menghantam mobil yang dikendarai Cruise. Cruise tewas dibunuh sementara Zoe akhirnya diselamatkan Ibu dan dibawa pergi ke Alaska. 


Selama di Alaska, ibu dengan tegas mengadakan pelatihan bertahan hidup ala militer untuk Zoe. Seiring waktu, ikatan mereka makin erat terjalin dan hidup rukun berdua, sampai akhirnya Ibu menyadari kalau Adrian Lovell akan datang. Untuk berjaga-jaga, Ibu meminta Jons, mantan rekan tentaranya untuk membawa Zoe pergi dari Alaska. Jons menasehati Zoe bahwa jangan hanya melihat ibunya dari kata-katanya saja tapi juga dari tindakannya, yang didedikasikan hanya untuk Zoe, putrinya seorang. Entah kebetulan macam apa, Zoe menemukan sebuah amplop yang berisi foto-foto dirinya sedari bayi, dari tahun ke tahun, bersama sepucuk surat yang menyentil hati. 


Zoe sekarang paham, bahwa ibunya selalu mencintainya dengan pemahaman cinta yang selama ini ibunya tahu. Maka dari itu, Zoe memutuskan kembali ke rumah dengan mengendarai mobil. Menghampiri ibunya, mereka bekerjasama membunuh para anak buah Lovell. Sampai akhirnya, Ibu harus turun dan menghadapi Lovell sendirian. Hal ini berujung pada dirinya yang tertembak dan Zoe dibawa Lovell menggunakan sebuah mobil. Dengan tubuh remuk penuh kesakitan hasil dari tembakan peluru garam, ibu berusaha menembak mobil yang membawa Zoe. 


Satu peluru meleset dan Ibu hampir putus asa, hingga satu peluru yang menandakan takdir putrinya itu dilesatkan tepat mengenai Lovell. Ibu meraung keras dan menangis, tak lama tubuhnya mulai ambruk lagi, jika saja tak ada Zoe yang berlari menghampiri ibunya. Kemudian, dipeluklah tubuh kesakitan sang Ibu. Film kemudian berakhir dengan Ibu yang mengembalikan Zoe kepada keluarga asuhnya. Mereka hidup bahagia, dengan Ibu yang bisa mengawasi Zoe dari kejauhan. 


Film ini, menurut saya cukup menyentuh hati sekaligus menegangkan. Saya tidak bisa melupakan adegan di rumah sakit, selepas persalinan. Bagaimana gejolak emosi seorang Ibu yang harus terpisah dengan putrinya demi keselamatannya, menjadi kebimbangan dan kenestapaan tersendiri bagi Ibu. Menurut saya, kelebihan film ini, salah satunya terletak pada peran aktrisnya, Jennifer Lopez berhasil memerankan sosok Ibu dengan sangat baik, bagaimana cara Ibu bertahan hidup selama ini, bagaimana Ia selama mengasingkan diri dan rela melakukan apapun demi putrinya. Selain itu, penggambaran karakter sosok Ibu yang tangguh, luar biasa dan penyayang ini sangat membekas di hati. 


Hanya saja, saya kurang puas dengan akhir tragis William Cruise. Adegan dimana Cruise tewas adalah satu hal yang tidak saya duga sama sekali. Lalu, untuk cerita bagian akhir, hanya diperlihatkan bagaimana kehidupan normal Zoe dengan keluarga asuhnya saja, sementara Ibu hanya bisa memperhatikan Zoe dari kejauhan, saya pikir momen manis sepasang ibu dan anak kandung harusnya diperlihatkan lebih banyak lagi, tapi karena film ini bergenre thriller, yasudah tak apa.


Acara merehatkan diri setelah seharian beraktivitas dengan menonton film The Mother ini di Netflix menurut saya cukup worth it. Sedihnya ada, menegangkannya ada, bahagianya ada, ngerinya ada. Sungguh film pelengkap susana. Film ini bisa ditonton bersama anggota keluarga di rumah, sambil nyemil, bersantai dsb. Saya sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton. Kalian bisa buka Netflix dan menyaksikan The Mother sepuasnya di sana. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ali and Nino: Symbols of Tragic and Undestined Love

Fenomena Hikikomori : Definisi sampai Cara Mengatasinya

Mengulik Lebih Dalam Karakter Rama : Tokoh Figuran di Novel PULANG Karya Leila S. Chudori