Kumpulan Kata : Rasa Malu Lenyap ditelan Zaman



`# Selamatkan Aku dari Rindu

Selamatkan aku,
Bukan ranahku tuk merindu
Rindu datang terburu waktu
Rindu datang memikat diriku. 

Dalam malu rayu, aku tersipu
Resah gelisah disapa rindu
Rindu berenang di pikiranku 
Rindu tenggelam dicumbu aku.

Sampai rindu lenyap, tersapu diriku
Sampai rindu kering, dilindas waktu
Sampai rindu hilang, ditelan diriku 
Sampai rindu malu, ditelanjangi waktu.



`# Rasa Malu Lenyap ditelan Zaman

Barangkali rasa malu telah lenyap ditelan zaman
Dan norma adalah seperangkat lalat pengganggu
Meneguk nikmat tanpa peduli rambu-rambu
Cerminan zaman tanpa malu
Perut-perut buncit penuh nafsu

Berkendara menjelajahi setiap sudut gemerlap peradaban 
Bergelimang coreng moreng duniawi yang jauh dari keadaban
Keruh, kumal dunia dimakan habis-habisan
Digerogoti kesenangan duniawi sampai hilang akal dan pikiran. 


`# Kopi Bikin Apes

Kepulan asap rokok mengepul di sekitaran pikiran dan perasaan. 

Sementara rasa pahit kopi, yang entah sudah gelas keberapa itu, menjadi harapan pengalihan dari rasa manis bibirmu yang candu dalam sekelebat ingatan. 

Barangkali, suatu hari bisa ku cecap lagi rasa manis yang bersarang di sana. Atau mungkin tidak akan pernah lagi?

Apes, itu ketika pahitnya kopi tak bisa menandingi manis bibirmu yang candu. Dan panasnya kopi tak bisa mengimbangi kehadiran mu yang begitu hangat dan menawan di sisiku yang rancu.



`# Rentannya Hati Manusia

Seorang pemuda memutuskan bunuh diri, meninggalkan keputusasaan di rongga-rongga tubuhnya. 

Sedangkan di sebrang trotoar, tergeletak seorang pemuda dengan perasaan aib di sekitar selangkangannya. 

Dunia semakin tua dan manusia semakin hina.
Dunia semakin tua dan hati manusia semakin rentan.

Dan keputusasaan adalah bukti nyata betapa rentannya hati manusia. 



`# Meneguk Nestapa

Lagi-lagi ku teguk Nestapa lebih banyak daripada Sukacita.

Mungkin Sepi sudah menjemput jasad Sukacita, sehingga aku tak bisa lagi berjumpa dengannya.

Sepi juga menelan abu kremasi Sukacita, dan hanya menyisakan Nestapa untukku.

Semrawut asa mengahajarku membabi buta, 
bolehkah aku berharap kalau sukacita masih ada? 
Walau hanya sisa-sisa abu kremasi nya saja, 
yang terselip di alas kaki Sepi, barangkali. 



`# Cintaku Habis Dimakan Waktu

Periode cintaku sudah habis
Kini giliranku menepi dan hangus
Daur cintaku telah lenyap dirong-rong masa
Mungkin lain kali ku petik yang lain, agar satu rasa
Cintaku sudah lama tergeletak di meja usang penuh rayap
Maka biarlah cintaku habis, digerogoti rayap
Biarlah cintaku lenyap digerogoti rayap dan dimakan waktu
Lebih baik daripada cintaku terus kau tolak tak kenal tempat dan waktu. 










Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ali and Nino: Symbols of Tragic and Undestined Love

Fenomena Hikikomori : Definisi sampai Cara Mengatasinya

Mengulik Lebih Dalam Karakter Rama : Tokoh Figuran di Novel PULANG Karya Leila S. Chudori