MAGGIE : Kotak Cantik Pemberian Oma Eva
Dua tahun setelah kepergian Oma Eva, ada semakin banyak
hal-hal yang ingin Maggie ketahui. Rasa ingin tahu Maggie sama sekali tidak
berkurang, malah bertambah. Apalagi, kata-kata Oma Eva untuknya terakhir kali,
semakin memotivasi anak perempuan cerewet itu untuk mengetahui semua hal di
sekelilingnya.
Dua tahun yang lalu, tepatnya sehari setelah berpulangnya
Oma Eva, seorang suster pribadinya mendatangi Maggie dan memberikan kepadanya, satu
kotak cantik berpita merah yang tidak terlalu besar. Suster itu bilang kalau kotak
itu adalah hadiah dari Oma Eva. Suster itu juga berkata, kalau Oma Eva
mempersiapkan kotak itu beberapa hari sebelum Oma meninggal, Ia meminta suster
untuk memberikan kotak itu suatu hari nanti kepada Maggie, dan dari kotak
cantik itulah semua berawal.
*Sudut pandang Maggie*
Sebuah kotak cantik yang tidak terlalu besar berada di
hadapanku. Sementara diriku masih sibuk memandanginya, tanpa niatan akan
membukanya. Ya Tuhan, aku sangat takut sekarang. Bayangkan saja, di hadapanku
ada sebuah kotak yang katanya adalah hadiah dari seseorang yang baru saja
meninggal. Ya walaupun seseorang itu adalah Omaku sendiri, tapi tetap saja
membayangkannya ngeri. Siapa yang tahu isi di dalamnya apa.
Bisa jadi itu arwah Oma Eva yang tertinggal dan saat aku
membukanya, arwah itu akan keluar dan gentayangan setiap malam di kamarku lalu
mengikutiku kemanapun dan kapanpun. Membayangkannya saja sudah menakutkan, itu
sebabnya sedari tadi, aku tidak membuka kotak itu, meskipun kotaknya cantik, amat
cantik malah dengan hiasan pita merah yang berkilau. Tapi, tetap saja
kecantikan sebuah kotak takkan buatku lengah sedikit pun.
Tak terhitung sudah berapa hari ku simpan kotak itu di
belakang pintu kamarku, sampai akhirnya, Ayah yang sedang berkunjung ke kamarku
menemukan kotak itu lalu bertanya, dari mana kotak itu kudapat. Dengan polos
kubilang kalau kotak itu dari Oma Eva. Lalu ayah bertanya apa isinya, yang
langsung ku jawab aku tidak tahu karena belum membukanya.
Masih jelas di ingatanku ekspresi mengernyit tak paham Ayah
yang menurutku lucu. Langsunglah kujelaskan keraguan dan keresahanku pada Ayah,
yang sukses disambutnya dengan gelak tawa. Kata Ayah, mana ada arwah
gentayangan di zaman sekarang, semua itu bohong. Dengan sisa tawa dan bahu naik
turun Ayah, Ia menyarankan untuk membuka kotak itu bersama, yang hanya bisa
kujawab dengan anggukan kepala.
Di sinilah kami berdua membuka kotak cantik pemberian Oma
itu, di kasur kamarku yang serba berwarna baby pink lucu. Dadaku berdebar
kencang, walau Ayah sudah bilang kalau arwah gentayangan itu bohong, tetap saja
perasaan takut itu masih ada dan mengganjal. Kotak itu diletakkan di
tengah-tengah antara aku dan Ayah. Kami saling berhadapan di pinggir kasur.
Tangan mungilku memegang sisi kanan dan Ayah sisi kirinya,
lalu kami pun mengangkat tutup kotak itu perlahan. Muka Ayah melongok ke bawah,
menatap isi kotak di dalamnya. Sementara aku sendiri hanya menunggu reaksi
Ayah. Ayah berseru, kemudian mengambil sebuah buku tebal dengan cover menarik. Ternyata,
hadiah dari Oma Eva itu buku!!
Ayah tersenyum menyebalkan seperti berkata, lihatkan tak ada
arwah apapun di kotak ini. Bibirku refleks mencurut kesal. Aku kan tadi hanya
khawatir, takut. Tapi lihatlah wajah menyebalkan Ayah sekarang, seperti sedang
mengejekku habis-habisan. Dengan kesal, aku langsung menyambar buku tebal yang
ada di genggaman Ayah.
Judul bukunya adalah Dunia Shopie, yang kemudian kutahu kalau buku ini adalah buku terjemahan. Bukunya yang tebal, membuatku ragu bisa menyelesaikannya. Buku, yang akhirnya kusimpan di rak meja belajarku selama berminggu-minggu, yang setelah membukanya bersama Ayah, tidak kubaca sama sekali. Sampai akhirnya, di suatu hari, setelah lelah mengerjakan pekerjaan rumah.
Mataku tak sengaja menatap sebuah buku tebal yang terhimpit di tengah-tengah buku lainnya. Buku yang paling tebal di antara buku yang lain, itu seolah menarik diriku untuk mengambilnya, lalu membaca tiap halamannya. Yang tak kutahu saat itu adalah, sesudah membaca buku itu, sesuatu dalam diriku mulai mengalami perubahan. Seolah sesuatu yang misterius, yang selama ini bersemayam dalam diri, yang jauh sekali, bangkit. Sesuatu itu bangkit.
hallo-!! mau baca cerita Maggie sebelumnya? boleh klik link di bawah yaa, see uuu di cerita bersambung Maggie selanjutnya!!
1. Eva Sasmita
.jpg)
Komentar
Posting Komentar