Ryziphobia : Pengalaman dan Cara Penanganannya



Nasi. Apa sih yang kalian pikirkan tentang nasi? Makanan pokok? Makan wajib? Kalau belum makan nasi, artinya belum makan? Atau apa? Nah, teman-teman nasi adalah sumber karbohidrat dan merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia. Nasi merupakan asupan yang sangat penting dan menjadi makanan konsumsi sehari-hari orang Indonesia.  


Teman-teman, walaupun nasi sangat digemari orang Indonesia, ada juga loh sebagian orang yang sama sekali enggan dan tak berselera makan nasi. Bahkan ada yang sampai ketakutan walau hanya memegang nasi. Phobia nasi atau ryziphobia namanya. Ibuku, sendiri adalah penderita ryziphobia ini sedari kecil.  


Ibu pernah bercerita sedikit padaku, tentang pengalaman semasa ospeknya saat awal kuliah. Ibu menggambarkan dirinya yang sangat kuat dan tahan banting walau dicaci dan dimaki saat itu (ospek), walau Ia dirundung dan ditertawakan, walau harus berdandan dengan riasan yang konyol dlll. 


Namun, ibu menjadi sangat lemah dan tak berdaya saat dihadapkan dengan tantangan memakan tiga piring penuh nasi. Ibu menceritakan dirinya yang saat itu sangat ketakutan, tangannya gemetar dan peluh membasahi dahinya. 


Ibu berkata, lebih baik Ia di teriaki di depan umum lalu ditertawakan daripada harus memakan tiga piring penuh nasi di hadapannya. Aku bisa memaklumi kepanikan ibuku saat itu. Bagaimanapun orang dengan ryziphobia bisa sampai panik, histeris, gemetar dan yang paling parahnya sampai sesak napas saat berhadapan dengan nasi. Ibuku, yang sejak kecil mengalami ryziphobia, pasti tak siap dengan itu. 


Ibu menjalani hari sebagai penderita ryziphobia dengan tidak mudah. Terlebih, phobia yang Ibu alami itu ada pada hal dan sesuatu yang lumrah dan dekat dengan kehidupan masyarakat di Indonesia, sehingga akan sulit untuk menghindarinya. Sangat jarang, seseorang yang mengalami ryziphobia (phobia nasi), sehingga tidak ada definisi istilah yang tepat untuk ryziphobia (phobia nasi) sampai sekarang. 


Menurut Eri Sahriah di kumparan.com, rasa takut makan nasi yang irasional ini bisa diobati. Fobia ini berakhir ketika penderitanya bisa melawan perasaan takutnya, karena rasa takut itu bisa dilawan, terobati karena keadaan, dan diberikan sugesti-sugesti positif. 


Phobia nasi yang Ibu alami sudah belasan tahun yang lalu. Kini, ibuku sudah bisa makan nasi, seperti kebanyakan orang lainnya. Ibu juga bisa bisa memakan menu masakan yang seimbang sekarang, tidak hanya protein, tapi juga  karbohidrat, yaitu nasi. 


Belajar dari pengalaman, begini tips dari ibu untuk kalian yang mengalami ryziphobia atau ada keluarga dekat kalian yang mengalami ryziphobia, boleh ya simak tips yang aku tulis di bawah ini!


  1. Nasi bukan satu-satunya makanan pokok, kalian bisa menggantinya dengan kentang atau roti.

  2. Kalau kalian penderita ryziphobia dan ingin mencoba makan nasi, makanlah dengan porsi yang kecil terlebih dahulu dan dengan nasi yang dimasak lunak.

  3. Makan saat dirasakan tidak merasa mual

  4. Makan secara teratur walau porsinya hanya sedikit

  5. Hindari stress dan lebih banyak waktu istirahat

  6. Bila ke-6 tips tadi masih tidak sukses. Datang lah ke psikolog atau psikiater dan dapatkan penanganan berupa terapi paparan dan obat lainnya, sesuai anjuran.


Sementara jika mengutip dari laman hallodoc, begini cara penanganan ryziphobia (phobia nasi) :


  1. Terapi Perilaku Kognitif (CBT)

Perawatan ini melibatkan pembicaraan dengan ahli kesehatan mental tentang perasaan dan pengalaman seseorang dengan makanan. Melalui sesi terapi ini, penderita dapat bekerja sama dengan terapis untuk menemukan cara mengurangi pikiran dan ketakutan negatif.


  1. Paparan

Praktik pemaparan ini menyebabkan penderitanya berhubungan dengan makanan yang menimbulkan rasa takut. Dengan terapi ini, Anda dapat belajar menghadapi perasaan dan reaksi Anda terhadap makanan dalam lingkungan yang mendukung.


  1. Obat

Antidepresan, dalam kasus yang jarang terjadi, obat anti kecemasan dapat digunakan untuk mengobati orang dengan fobia makanan. Namun, obat ini umumnya tidak digunakan karena risiko kecanduannya yang tinggi. Beta blocker juga dapat digunakan untuk mengurangi reaksi emosional dan kecemasan dalam jangka pendek.


  1. Hipnosis

Dalam keadaan sangat rileks ini, otak mungkin terbuka untuk pelatihan ulang. Seorang hipnoterapis dapat memberikan saran atau memberikan petunjuk verbal yang dapat membantu mengurangi reaksi negatif terhadap makanan.



 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ali and Nino: Symbols of Tragic and Undestined Love

Fenomena Hikikomori : Definisi sampai Cara Mengatasinya

Mengulik Lebih Dalam Karakter Rama : Tokoh Figuran di Novel PULANG Karya Leila S. Chudori