Oprec ODOP batch 11 : Bukan Hanya Sekedar Menulis


 

Beberapa waktu belakangan ini, tepatnya pada awal bulan April, dikabarkan terjadi cuaca panas ekstrim. Gelombang panas melanda beberapa negara Asia. Beberapa laman artikel populer yang menyajikan informasi peristiwa darurat tersebut pun tak luput saya baca. Di tengah suhu udara yang kian panas dan membuat tubuh resah karena gerah, saya memilih mengalihkan fokus sepenuhnya pada kegiatan RWC (Ramadan Writing Challenge) yang akan segera selesai. 


Kegiatan RWC (Ramadan Writing Challenge) yang baru pertama kali saya ikuti ini membawa saya pada Open Recruitment ODOP batch 11. Melalui RWC pula, saya mengenal komunitas ODOP (One Day One Post). ODOP atau One Day One Post adalah sebuah komunitas menulis yang berfokus pada blogger, tempatnya para penulis dan blogger hebat dan berpengalaman.  


Sejujurnya, awalnya saya agak ragu untuk turut mengikuti kegiatan Open Recruitment ODOP batch 11 ini, selain karena masih pemula dan masih harus banyak belajar, kurangnya pengalaman menulis di laman blog juga menjadi salah satu keraguan. Rasa tak percaya diri dan rendah diri, saat itu mendominasi. Saya bertanya-tanya kepada diri sendiri, kira-kira saya mampu tidak ya? Bisa tidak ya?


Tidak percaya diri dan sering meremehkan diri sendiri, sebuah sifat yang buruk tapi juga sukar dihilangkan. Namun, perasaan rendah diri itu nyatanya dikalahkan oleh rasa penasaran dan ingin mencoba hal yang baru. Saat itu, yang ada di pikiran saya adalah, coba aja dulu, mampu atau enggaknya, gagal atau berhasilnya itu urusan belakangan. 


Pertama-tama, saya memenuhi persyaratan untuk mengikuti Open Recruitment dahulu. Membuat laman blog sendiri untuk pertama kalinya dan membuat satu artikel dengan tema Kenakalan Remaja. Semua persyaratan telah tuntas, pendaftaran pun sudah selesai. Tinggal menunggu hasil, lolos atau tidaknya saya, untuk mengikuti Open Recruitment. 


Saat itu, pengumuman hasil pendaftaran dishare di Instagram komunitas ODOP, menampilkan nama saya di bagian atas, yang cukup membuat saya bersorak gembira. Namun, ternyata perjuangan menulis bukan hanya sampai di situ, melainkan di situ barulah sebuah awalan, sebuah bab baru dalam hidup saya untuk lebih mendalami dan mengenal dunia kepenulisan, khususnya ngeblog. 


Menjalani Open Recruitment ODOP batch 11 dan berusaha konsisten menulis setiap harinya, jujur rasanya nano nano. Pada tiga Minggu pertama menjalani oprec dan menulis, jujur tak ada kendala apapun. Ide-ide pun rasanya masih fresh, masih banyak stok topik-topik yang menganggur, hingga menentukan tema dan topik tulisan bukan hal yang sulit, jadi tinggal tulis saja, tak perlu memikirkan tema. 


Namun, setelah memasuki Minggu keempat dan seterusnya jujur, saya sudah kehabisan stok topik dan tema. Jadi lebih sering kebingungan menentukan tema, hingga lebih banyak waktu saya dihabiskan untuk memikirkan temanya dari pada menulis itu sendiri. Beberapa kali pula terserang writer block, menciptakan rasa malas untuk menulis sampai sering kali mengerjakan tulisan mepet-mepet deadline (mohon maaf, Kak 🙏🏻). 


Di balik adanya beberapa kendala dari diri sendiri, mengikuti Open Recruitment ODOP batch 11 ini membawa saya pada dunia baru. Dunia yang isinya banyak sekali orang-orang dan penulis-penulis hebat dan berpengalaman, yang murah hati dan tak keberatan untuk membagi ilmu dan pengetahuannya kepada saya dan para peserta Open Recruitment ODOP Batch 11 lainnya. 


Masih saya ingat, saat itu materi pertama oprec ODOP adalah membahas seputar teks Biografi. Tulisan Biografi sendiri, bukanlah sesuatu yang asing bagi saya dan saya sendiri pun beberapa kali pernah membaca dan membuat teks biografi untuk tugas sekolah. Sehingga, saat sesi kelas dimulai, saya begitu menikmati dan sangat berterima kasih pada pemateri saat itu. 


Kegiatan oprec ODOP batch 11 bukan hanya menulis di blog dan kelas materi saja loh! ada juga beberapa kegiatan lain yang seru dan bermanfaat seperti, bedah tulisan misalnya, yang jujur, kegiatan ini sangat membantu dan bermanfaat bagi saya yang baru pemula dan masih harus banyak belajar untuk mengevaluasi kembali tulisan-tulisan saya. 


Kegiatan oprec ODOP batch 11 yang tengah saya ikuti ini sangat membawa dampak positif bagi keseharian saya. Bagi saya, kegiatan oprec bukan hanya sebatas menulis saja tapi juga untuk melatih kedisiplinan dan konsistensi. Saya sangat berterima kasih kepada para pemateri dan para pj oprec ODOP, khususnya pj grup Buya Hamka, untuk semua kegiatan pelatihan menulis selama kurang lebih 6 pekan ini. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ali and Nino: Symbols of Tragic and Undestined Love

Fenomena Hikikomori : Definisi sampai Cara Mengatasinya

Mengulik Lebih Dalam Karakter Rama : Tokoh Figuran di Novel PULANG Karya Leila S. Chudori