Ali and Nino: Symbols of Tragic and Undestined Love

Kasih yang tak sampai. Cinta yang takkan pernah bisa bersatu. Cinta yang berbeda etnis dan keyakinan. Cinta di tengah peperangan. Cinta yang tidak ditakdirkan. Begitulah kira-kira kisah cinta Ali dan Nino digambarkan. Cukup complicated, sampai akhirnya, kisah cinta Ali dan Nino diabadikan dalam sebuah patung oleh seorang seniman asal Georgia, patung ini sebagai simbol kisah cinta yang tragis. 




Misterius, adalah satu kata yang cukup menggambarkan "Kurban Said" sang penulis buku Ali dan Nino sekaligus yang memperkenalkan kisah cinta Ali dan Nino untuk pertama kalinya pada tahun 1937. Pasalnya, selama bertahun-tahun tidak ada yang tahu siapa dibalik nama Kurban Said ini, sosoknya sangat misterius dan tidak dikenal siapapun. 


Terlepas dari sosok misterius yang memperkenalkan kisah Ali dan Nino. Novel yang berkisahkan romansa Ali dan Nino dan juga polemik di tengah perang dunia 1 ini berhasil menjadi karya sastra klasik dan dianggap sebagai novel nasional di Azerbaijan. Luar biasa! Kalau di zaman sekarang, agar novel kita dikenal banyak orang saja harus promosi mati-matian sana sini, membuat konten setiap hari, tapi berbeda dengan novel Ali dan Nino ini, meski penulis novel belum diketahui siapa dan apa asal-usulnya, tapi bukunya sudah menjadi sastra klasik nasional. 


Ali dan Nino memiliki kisah cinta yang complicated. Diketahui, Ali Khan Shirvanashir adalah seorang anak aristokrat Persia beragama Islam. Sedangkan Nino Kipiani adalah anak seorang Pangeran Georgia, beragama Kristen Protestan. Kisah cinta complicated di tengah polemik perang dunia 1 itu dimulai dari Ali, sang pemuda Persia Islam yang kemudian jatuh cinta pada Nino, Princess Georgia. 


Berbagai konflik dan hambatan Ali dalam memperistri Nino karena masalah etnis dan agama akhirnya terlewati setelah berbagai skandal dan konflik. Namun, nyatanya tidak hanya sampai disitu. Keadaan dunia pada masa itu, yang sedang terjadi peperangan menjadi hambatan. Ali harus ikut berperang dan membela negaranya, meninggalkan Nino sendirian dalam keadaan mengandung buah hati mereka. Sampai sini, apakah kalian sudah bisa menebak endingnya? 


Tidak hanya akhir kisah Romeo dan Juliet saja yang tragis, akhir kisah cinta penuh complicated antara Ali dan Nino ini pun berakhir tragis. Bertahun-tahun setelah kisah Ali dan Nino ini dikenal, pada tahun 2007, seorang seniman asal Georgia, Tamara Kvesitadze yang terinspirasi dari kisah antara dua insan itu membuat dua buah patung, sepasang lelaki dan perempuan setinggi 26 kaki. Pengerjaan patung ini berakhir pada tahun 2010 dan terletak di Batumi, Georgia. Patung yang memiliki julukan Statue of Love itu adalah simbol dari cinta yang tragis dan tak ditakdirkan. 




 

Komentar

  1. Wah, penasaran dengan novelnya. Saya tidak tahu ada kisah cinta lain yang tak kalah tragis dari kisah Romeo dan Juliet.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener. Baru tau ada kisah baper lainnya selain romeo and juliet. Kalau baca langsung bukunya pasti nangis nih

      Hapus
    2. Romeo dan Juliet memang legendnya kisah cinta yang tragis... Tapi kisah Ali dan Nino pun legend di daerahnya.
      Aku juga, Kak sebenarnya ini novelnya pinjam di perpus sekolah... kata penjaganya, emang novelnya udah lama jd susah dicari

      Hapus
  2. Saya belum membaca novel ini.
    Patung yang memiliki julukan Statue of Love itu adalah simbol dari cinta yang tragis dan tak ditakdirkan.
    Maksud tak ditakdirkan, apa ya?

    BalasHapus
  3. Cinta dengan perbedaan keyakinan memang sulit untuk bersatu, bagaikan ada tembok besar yang berada diantara dua insan itu.

    BalasHapus
  4. Suka banget sama tulisan kakak yg berisi ulasan buku atau film😁👍🏽
    Enak dibaca dan bikin orang penasaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh terimakasih banyak, Kak ◍•ᴗ•◍ ...
      Senangnya, tulisanku bisa dinikmati pembaca 🙏🏻

      Hapus
  5. Wah, ternyata bukan cuma Romeo dan Juliet atau cerita cinta beda agama yang banyak diangkat di layar kaca Indonesia, ya, kisah tentang cinta yang terhambat dunia berbeda.

    Sulit memang melabuhkan cinta manakala idealisme dan banyak hal yang dikandung ataupun terkait dengan diri, berseberangan dengan orang yang dicinta. Beragam kisah telah membuktikannya. Dan kini, Kakak menghadirkan suguhan baru yang membuka mata.

    Terima kasih, Kak atas ilmu barunya.

    BalasHapus
  6. Saya suka nonton rangkuman film ini bagus sekali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sempet nyari-nyari film Ali dan Nino ini di beberapa platform yg legal tapi gak ketemu jga, akhirnya cuma baca review orang-orang aja tentang filmnya, mungkin soon ku tonton.

      Hapus
  7. Antara jadi penasaran atau malah jadi takut akunya kalo baca yang tragis-tragis begini, ada yang versi tulisan aja gak biar gak usah ikut nyesek

    BalasHapus
  8. Takdir memang bukan di tangan manusia. Sekeras apapun upaya, ketika tidak ditakdirkan, manusia tak berdaya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat Kak-!!
      Manusia bisa berusaha sekeras apapun, tapi kalau Tuhan bilang tidak, ya tidak.

      Hapus
  9. Jika tidak bersatu disini maka mungkin di keabadian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa jadi takdir Ali dan Nino memang bukan di dunia, tapi mungkin di akhirat kelak.

      Hapus
  10. Wah aku agak asing mendengar novel ini, tapi terima kasih kak, reviewnya sangat mudah dipahami, semoga kelak aku tertrigger buat penasaran akan isi novelnya hehe 🤩

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fenomena Hikikomori : Definisi sampai Cara Mengatasinya

Mengulik Lebih Dalam Karakter Rama : Tokoh Figuran di Novel PULANG Karya Leila S. Chudori